Tak Berkategori Tampilkan di Slide

Tantangan Pemimpin di Era Disruption

Tantangan Pemimpin di Era Disruption 29 July 2018Leave a comment

Setiap dari kita adalah Pemimpin
Pemimpin disini bukan berarti Anda harus jadi Pemimpin Divisi atau Pemimpin Cabang BNI. Ahli kepempinan George Ambler mengungkapkan bahwa, “Leadership is not title or position. Leadership is action and example.” Buku The 360° Leader juga menjelaskan bahwa 99% kepemimpinan bukan berasal dari posisi puncak, tapi dari tengah organisasi. Kepemimpinan yang hakiki adalah ketika kita bisa memimpin bawahan, memimpin teman sejawat, dan bahkan harus dapat memimpin atasan.

Sebuah Era Baru, Era Disruptive Innovation
Apa itu Era Disruption? Jika Anda generasi yang dulu memakai ponsel Nokia, dan saat ini dengan begitu cepatnya merk ponsel tersebut bak hilang ditelan bumi, berarti, selamat datang di Era Disruption. Jika Anda sering berpergian menggunakan taksi dan saat ini mulai memesan armada taksi menggunakan aplikasi yang ada di ponsel, sekali lagi, selamat datang di Era Disruption!
Teori Disruptive Innovation sendiri pertama kali didengungkan oleh Clayton M Christensen, seorang Profesor Bisnis dari Harvard Business School ketika menerbitkan buku “The Innovator Dillema” pada tahun 1997. Sementara Profesor dan CEO Rumah Perubahan Rhenald Kasali membuat buku berjudul Disruption baru-baru ini.

Meluas ke Berbagai Sektor
Sektor kita sektor Perbankan juga sudah mulai ikut terdampak era baru ini. Pegawai bank seperti teller atau customer service sudah tak sebanyak dulu lagi. Mereka kehilangan posisi itu menyusul berpindahnya nasabah ke depan layar smartphone yang selalu ada di genggaman mereka. Salah satu bank di Amerika Serikat, Bank of America Corp sejak Februari 2017 gencar membuka kantor cabang baru, tanpa pegawai! Bank of America secara berkala memangkas biaya meski membuka cabang baru. Ya itu tadi, dengan membuka cabang tanpa pegawai, tanpa gaji, biaya operasional bank dapat ditekan.
Tidak hanya di layanan, fungsi bank sebagai penyalur pembiayaan mulai diganggu (atau terdisrupsi) oleh pembiayaan berbasis tekhnologi atau financial technologi (fintech). Sebut saja aplikasi uangteman.com yang mengucurkan pinjaman kepada pelaku UMKM. Jelas bahwa fintech telah mengubah peta perbankan.
Persis seperti kata Bill Gates, “Banking is necessary, banks are not?”

Tantangan Bagi Para Pemimpin
Lalu jika dunia sudah bergerak sedemikian cepat, bagaimana kita harus bersikap? Bagaimana seorang pemimpin harus bertindak?
Era Disruption ini jelas berbahaya. Berbahaya bagi mereka yang tidak siap. Bagi mereka yang tidak memiliki kompetensi ekstra lainnya dan bagi pekerja yang terlalu terlena akan konsep pekerjaan saat ini. Mereka-mereka yang hanya diam, tidak mampu mengikuti perkembangan zaman, akan terbelenggu inersia dan tersandera dalam cara berpikir lama.
Seorang pemimpin harus selalu berpikir kedepan. Seperti dituturkan mendiang Peter Drucker, seorang penulis dan konsultan manajemen dari Austria, keriuhan perubahan dapat memicu turbulensi. Namun bahaya terbesar dari gejolak itu bukanlah turbulensi itu sendiri. Yang lebih berbahaya, menurut Drucker, adalah bertindak dengan “yesterday’s logic” atau logika masa lalu.
Jangan lupa juga untuk selalu berkembang dan berinovasi. Selaras dengan poin ke empat Nilai Budaya Kerja BNI, perbaikan tiada henti. Seperti slogan dari Uber, “disrupt or be disrupted”. John Maxwell pakar kepemimpinan pernah berujar, “Satu-satunya cara agar saya tetap menjadi pemimpin adalah saya harus senantiasa berkembang.”
Satu lagi yang wajib dilakukan, tetaplah berpikir tebuka. Terbuka terhadap kemajuan yang ada, persaingan yang sehat, dan pesatnya perkembangan teknologi yang digawangi kaum millenial. Because the mind is like parachute, it works best when its open.
Jika itu semua mampu coba kita lakukan, kita tidak hanya jadi pemimpin yang baik, tapi juga mampu bersaing dalam berbagai kondisi. Jangan pernah menanti kedatangan pemimpin yang baik atau menggodanya untuk datang ke sini. Mereka bahkan sudah ada di sini. Mereka lahir dan besar di sini, di perusahaan ini. Pemimpin itu adalah aku, kau, dan kita semua.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *